- Potensi sumber daya energi cukup besar
- Akses masyarakat terhadap energi masih terbatas
- Pangsa konsumsi BBM : 63% dari energi final
- Ekspor energi besar, impor BBM besar
- Harga ekspor gas dan batubara lebih tinggi dari harga pemasaran dalam negeri
- Kemampuan/daya beli konsumen dalam negeri terhadap batubara dan gas rendah dan belum adanya insentif ekonomi baik fiskal maupun non fiskal bagi energi fosil untuk pemakaian dalam negeri
- Struktur APBN masih tergantung penerimaan migas dan dipengaruhi subsidi BBM
- Industri energi belum optimal:
- Infrastruktur energi terbatas
- Harga energi (BBM, gas untuk pabrik pupuk dan energi baru terbarukan) belum mencapai keekonomian
- Pemanfaatan energi belum efisien
Kondisi tersebut mengakibatkan :
- Bauran energi primer timpang:
- Pemanfaatan gas dalam negeri belum optimal
- Pemanfaatan batubara dalam negeri belum optimal
- Pengembangan energi alternatif terhambat karena adanya subsidi BBM
- Indonesia menjadi net importer minyak
- Subsidi BBM membengkak
Strategi yang dapat dilakukan :
- PENINGKATAN KEGIATAN EKSPLORASI
- Pemberian insentif ekonomi untuk meningkatkan investasi bagi kegiatan eksplorasi
- Migas: eksplorasi wilayah baru termasuk frontier areas dan laut dalam
- Batubara: eksplorasi wilayah baru dan eksplorasi lanjutan untuk meningkatkan status cadangan
- Panas bumi: eksplorasi pencarian potensi-potensi baru
- Penelitian dan pengembangan teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan
- Sosialisasi / penyediaan fasilitas bimbingan teknis bagi masyarakat, pengusaha dan industri dalam hal pemanfaatan energi baru terbarukan dan teknologi energi yang efisien
KONDISI YANG DIHARAPKAN
- Meningkatnya akses masyarakat terhadap energi
- Meningkatnya keamanan pasokan energi
- Menyesuaikan harga energi dengan keekonomiannya
- Tersedianya infrastruktur energi yang memadai
- Meningkatnya efisiensi penggunaan energi




