PT. Pertamina Geothermal Energy

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Isu Global Efisiensi & Konservasi

Efisiensi dan Konservasi

Pemanfaatan panas bumi relatif ramah lingkungan, terutama karena tidak memberikan kontribusi gas rumah kaca, sehingga perlu didorong dan dipacu perwujudannya; pemanfaatan panas bumi akan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sehingga dapat menghemat cadangan minyak bumi

Keunggulan :

  • Konsumsi 1 MWh diperlukan 1,7 barel BBM, 390 kg batubara dan 7,9 Mcf natural gas. Penghematan 1 MWh pembangkit listrik tenaga panas bumi diperkirakan dapat menghemat pemakaian BBM setara 45 barel per hari.
  • Sebagai energi yang terbarukan, panas bumi dapat diandalkan sebagai pasokan jangka panjang. Beberapa PLTP masih berproduksi setelah 100 tahun, di Selandia Baru dan Amerika Latin masih berproduksi setelah 50 tahun dan di Kamojang sudah berproduksi selama 21 tahun.
  • Sifatnya terbarukan secara alami (renewable)
  • Ramah lingkungan (dampak lingkungan sangat kecil)
  • Reliable (high load factor)
  • Tidak tergantung oleh musim
  • Fleksibel dalam hal kapasitas pembangkit (tersedia berbagai tipe pembangkit)
  • Pemanfaatan energi panasbumi dapat menghemat penggunaan bahan bakar fosil.
  • Emisi gas rumah kaca sangat kecil dibanding sumber energi lainnnya.
  • Tidak ada emisi gas NOx dan SO2
  • Proses produksi tidak menghasilkan limbah cair.

Pentingnya mengembangkan energi panas bumi :

  • Kebutuhan energi (listrik) terus meningkat
  • Keterbatasan dan menurunnya cadangan energi fosil (migas, batubara)
  • Potensi panasbumi sangat besar (27.000 MW), pemanfaatannya belum optimal (3%)
  • Terbaharui secara alami (renewable)
  • Ramah lingkungan (emisi gas sangat rendah, tidak ada limbah cair)
  • Pengembangan energi panasbumi akan menguragi ketergantungan pada sumber energi fosil (migas)